Klikyunitasari, Meski sama-sama Jawa, namun ada beberapa kata yang sama dalam penyebutan namun berbeda dalam makna atau homofon dalam ist...
https://klikyunitasari.blogspot.com/2017/06/klikyunitasari-meski-sama-sama-jawa.html
Klikyunitasari, Meski sama-sama Jawa, namun ada beberapa kata yang sama dalam penyebutan namun berbeda dalam makna atau homofon dalam istilah kerennya, ingat pelajaran waktu SMP gak?
Tidak ada maksud menilai mana yang lebih baik atau mana yang lebih benar, yang pasti keberagaman ini adalah sebuah kekayaan budaya bangsa yang patut dihargai.
Supaya sobat yang berasal dari Jawa Tengah tidak kebingungan apalagi berdebat tentang persoalan bahasa bila berada di Jawa Timur khususnya Surabaya ataupun sebaliknya, pada postingan kali ini kami berbagi kata- kata yang serupa tapi tak sama itu. Yuk disimak cekidot!
Bagi orang Jawa Timur "gawe" bisa berarti "membuat" tapi lebih condong ke "memakai","untuk", sedangkan menurut orang Jawa Tengah"gawe" berarti "membuat" contoh: "aku nggawe klambi ireng" arti Jateng "aku membuat baju hitam" arti Jatim "aku memakai baju hitam".
Kata "mari" menurut orang Jawa Tengah"mari" berarti "sembuh" sedangkan bagi orang Jawa Timur berarti "selesai",
Istilah "mbonceng". Bagi orang Jateng yang mbonceng itu yang dibelakang sedangkan menurut orang jatim, yang mbonceng itu yang di depan.
Bagi orang jateng kata "waras" lebih condong di artikan sehat secara psikologis. sedangkan bagi orang jatim "waras" lebih condong ke sehat secara jasmani.
Menurut orang jatim artinya celana pendek sedangkan menurut orang jateng artinya celana secara umum.
Menurut orang jatim kebacut itu berarti "keterlaluan" sedangkan menurut orang jateng kebacut berarti "terlanjur"
Menurut orang Jateng banter berarti cepat, sedangkan Menurut orang Jatim, banter juga berarti keras (suara). "Ngomonge ojo banter-banter" menurut orang Jatim berarti "bicaranya jangan keras-keras" menurut orang Jateng "bicaranya jangan cepat-cepat".
Menurut orang Jateng berarti tukar menukar, sedangkan menurut orang Jatim berarti bertengkar
Menurut orang Jateng gering berarti kurus. Sedangkan menurut orang Jatim gering berarti sakit
Orang Jawa Timur sering membahasakan "nedha" juga untuk orang tua, mereka jarang menggunakan kata "dhahar". Sedangkankan menurut orang Jateng kata "nedha" digunakan untuk membahasakan diri sendiri atau orang yang lebih muda. jadi jangan heran apalagi marah kalau ada orang Jatim yang lebih muda mempersilahkan kamu makan dengan kalimat "monggo nedha rumiyin"
Menurut orang Jateng/umumnya bujuk berarti ya membujuk (ngere-ere). Sedangkan Menurut orang Jatim berarti "bohong"
Menurut orang Jateng cumplung itu kelapa yang bolong karena dimakan tupai, sedangkang bagi orang Jatim cumplung berarti copot.
Segitu aja ya sobat, ada yang mau menambahkan?
sumber : Mbah Paito - kompasiana